Rabu, 28 November 2012

Oswald Siahaan 354

KRI Oswald Siahaan (354) merupakan kapal keempat dari kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI-AL. Dinamai menurut Oswald Siahaan, salah seorang anggota TNI AL yang gugur pada saat pertempuran Teluk Sibolga.
KRI Oswald Siahaan merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Isaac Sweers F805) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. 

8 Kiat Menangkal Radiasi Ponsel

Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.
Simak 8 kiat mengurangi radiasi tersebut:

1. Gunakan Headset

Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel.

Khasiat Daun Sirsak untuk Kesehatan

Manfaat Daun Sirsak dan Buah Sirsak Untuk Kesehatan, Jika anda belum mengetahui manfaat dari kandungan buah dan daun Sirsak semoga pada pembahasan singkat mengetahui apa saja manfaat daun sirsak dan buah sirsak pada kali ini dapat memberikan sebuah berita yg bermanfaat untuk kita semua. Apalagi jaman sekarang ini segala macam solusi kesehatan orang banyak menjatuhkan pilihan pada jenis herbal alias bahan-bahan yang alami dari alam.

Matematika Wudhu, Anatomi Manusia & Hitungan Hari

Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.
Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi,
akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia,

Apa Yang Akan Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?

Kali ini bumi berhenti berotasi (berputar pada porosnya). Bumi berotasi dengan kecepatan 1600 km/jam. Sejarah menunjukkan rotasi bumi melambat 2 detik tiap 100 ribu tahun.
Eksperimen ini mempercepat perlambatan itu untuk melihat efeknya pada kehidupan dibumi sebesar 1 km/jam per hari. Perlambatan hingga berhenti total dirancang memakan waktu 5 tahun.
Gejala pertama dirasakan oleh industri penerbangan.